賢明にこの地球上で自分を表現する

Selasa, 27 September 2011

ANALISIS VEGETASI


1.      Metode –metode dalam analisis vegetasi
A.    Metode Petak (Kuadrat)
      Cara Petak Tunggal
-          Menggunakan satu petak (kuadrat) berupa tegakan hutan sebagai unit sampel.
-          Besar unit sampel tidak boleh terlalu kecil sehingga dapat menggambarkan keadaan hutan yang dipelajari.
-          Ukuran minimum tergantung dari kerapatan vegetasi dan banyaknya jenis pohon. Ukuran minimum ditetapkan dengan menggunakan kurva lengkung spesies.
-          Luas minimum ditetapkan dengan dasar penambahan luas kuadrat yang tidak menyebabkan kenaikan jumlah jenis lebih dari 10 % atau 5 %.
-          Menggunakan kurva lengkung jenis untuk kebanyakan hutan hujan tropika menurut Richard diperlukan petak tunggal seluas 1,5 ha. Jika menurut Vestal rata-rata luas petak tunggal yang diperlukan untuk hutan hujan tropika adalah 3 ha.
-          Unit sampel berbentuk persegi panjang akan lebih efektif dari pada kuadrat berbentuk bujur sangkar.
Cara Petak Ganda
-          Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan banyak kuadrat yang diletakkan tersebar merata dengan sistematis.
-          Penentuan besar atau luas unit sampel juga harus ditentukan kurva lengkung jenis.
-          Untuk Indonesia biasanya digunakan kuadrat berukuran 0,1 ha untuk pohon. 0, 01 ha untuk anakan pohon sapling, dan semak . Untuk tumbuh-tumbuhan bawah dan semai 0,001 ha.
B.     Metode Transek
                        Cara Jalur
-          Digunakan untuk vegetasi yang belum  diketahui keadaan sebelumnya dan paling efektif untuk mempelajari perubahan vegetasi.
-          Misalnya : memotong sungai dan naik atau menuruni lereng pegunungan.
-          Lebar jalur yang digunakan adalah 10 m atau 20 m , dengan jarak masing-masing 200-1000 m
-          Untuk Luas tegakan hutan 100.000 ha diperlukan intensitas luas tegakan sekitar 2 %
                             Cara Garis berpetak
-          Modifikasi dari cara petak (kuadrat berganda) atau cara jalur , dengan cara melompati satu atau lebih petak-petak dalam jalur, jadi pada jalur rintisan terdapat petak –petak pada jarak tertentu yang sama.
-          Dapat berbentuk persegi panjang  dan bujur sangkar yang luasnya 10 X 10 m, 20 X 20 m, atau 20 X 50 m
-          Atau lingkaran dengan jari-jari 17,8 m (0,1 ha)
-          Menentukan nilai INP ( Nilai Penting ) = Fr + Kr + Dor
C.     Metode Titik (Tanpa Petak)
Hanya digunakan untuk penelitian yanng sekedar ingin mengetahui komposisi komunitas pepohonan dan dominansi jenisnya yang dilakukan dengan menaksir volume batang pohonnya.
                       Metode Bitterlich
-          Menggunakan alat yang bernama " tongkat Bitterlich", yaitu tongkat kecil dengan panjang 66 cm yang ujungnya terpasang plat seng bujur sangkar berukuran 2 X 2 cm.
-          Caranya dengan mengangkat tongkat setinggi mata, alat tersebut diarahkan ke pohon yang akan diteliti yang ada disekeliling alat tersebut.
-          Untuk menghitung luas bidang dasar yaitu dengan rumus sebagai berikut: B = N/n x 2,3m²/ha dimana
B = luas bidang dasar
N = banyaknya pohon jenis yang bersangkutan
n = banyaknya titik pengamatan untuk jenis-jenis yang ditemukan
2,3 = faktor bidang dasar untuk alat tersebut
Metode Kuater (Point Centered Method)
Metode Kuadran
-          Sebelum melakukan pengukuran lebih dahulu dibuat garis kompas untuk menentukan titik-titik pengambilan sampel.
-          Titik sampel yang sudah ditentukan kemudian dibuat kuadran .
-          Dari titik Kuadran ( satu titik sampel masing-masing memiliki 4 buah kuadran) setelah itu catat dan ukur pohon yang berdekatan titik itu dengan data meliputi jenis, tinggi, diameter batang setinggi dada, serta jarak terdekat pohon terhadap titik tersebut.
-          Perhitungan :
D = d1 + d2 +d3 + .............+dn
n
                                    D                     = Jarak rata-rata
d1 + .......dn    = Jarak masing-masing pohon terhadap titik unit sampel
n                      = banyaknya pohon
                        Metode Titik Berpasangan (Random Pair Method)
-          Pengukuran dan pendataan pada setiap unit sampel dilakukan pada titik –titik sepanjang garis kompas.
-          Satu titik sampel dipilih pohon yang terdekat dengan titik tersebut.
-          Tarik garis tegak lurus ke pohon terdekat, arahkan garis dengan sudut 90ºke pohon itu.
-          Pohon ke dua adalah pohon yang terdekat pada pohon pertama.



2.  a.   Frekuensi adalah derajat penyebaran suatu jenis tumbuhan di dalam komunitas yang     dinyatakan dengan perbandingan antara banyaknya unit sampel yang mengandung suatu jenis tumbuhan terhadap jumlah seluruh unit .
b. kerapatan adalah kepadatan suatu jeis tumbuhan yaitu jumlah individu per satuan luas ( unit area )
c. kerimbunan adalah jenis tumbuh – tumbuhan yang terdapat di dalam suatu komunitas yang menguasai dan dapat menunjukkan ciri masyarakat tumbuhan di komunitas tersebut dengan jenisnya .

3.   Konsep dasar analisis vegetasi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang struktur dan  
 komposisi masyarakat tumbuhan dalam suatu ekosistem yang berhubugan dengan factor – factor ekologi seperti : biotic , suhu , iklim , kondisi habitat , PH , dan kelembaban yang bertujuan  untuk mengetahui sruktur da n komunitas tumbuhan , fungsi populasi , pola sebaran spasial , dan proses suksesi .


4. skema analisis vegetasi yang akan dilaksanakan  sbb :

                          TEORI                                                                                    LAPANGAN
Text Box: STUDY LITERATUR DAN PERSIAPAN LAPANGANText Box: PENETAPAN LUAS DAN JUMLAH SAMPEL YANG DITELITI                                                                                                                          








 

Text Box: PENULISAN PROPOSALText Box: OBJEK YANG DIOBSERVASI                                                                                                                    












Text Box: METODE PENGAMBILAN SAMPEL

 


                                                                                                       













Text Box: PENGOLAHAN DATA




 



Text Box: PENGOLAHAN HASILText Box: TEKNIK ANALISIS YANG DIGUNAKAN                          
















Text Box: PENGAMBILAN SAMPEL


Text Box: LAPORAN




 













Text Box: HASIL PENELITIAN









Text Box: PENELITIAN ANALISIS VEGETASI DI CIBODAS
 








5.
NO
Nama Tumbuhan
PLOT 1
PLOT 2
PLOT 3
PLOT 4
PLOT 5
KRT
KBT
F
KRR
KBR
FR
INP
KR
KB
KR
KB
KR
KB
KR
KB
KR
KB
1
DAMAR
1
2
1
2
1
3,12
5,71
3,12
11,95
2
MERANTI
1
1
1
1
2
2
2
6,25
5,71
6,25
18,2
3
JAMBU
1
1
1
1
1
3,12
2,85
3,12
9,03
4
KOPI
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
5
5
5
15,62
14,28
15,62
45,52
5
BELIMBING
1
1
1
1
1
3,12
2,85
3,12
12,09
6
SOKA
1
1
1
1
1
1
1
1
1
4
4
4
12,5
11,42
12,5
6,42
7
SEMPU AIR
1
1
2
2
2
6,25
5,71
6,25
18,21
8
GAHARU
1
2
1
2
1
3,12
5,71
3,12
11,95
9
WARU
1
1
1
1
2
2
2
6,25
5,71
6,25
18,2
10
ASAM
1
1
1
1
2
2
2
6,25
5,71
6,25
18,2
11
JERUK
1
1
1
1
2
2
2
6,25
5,71
6,25
18,2
12
SAWO
1
1
1
1
1
3,12
2,85
3,12
12,09
13
CENGKEH
1
1
1
1
1
3,12
2,85
3,12
12,09
14
PASAK BUMI
1
1
1
2
1
1
3
4
3
9,37
11,42
9,37
30,16
15
KENARI
1
1
1
1
1
1
3
3
3
9,37
8,57
9,37
27,31
16
MELINJO
1
1
1
1
1
3,12
2,85
3,12
12,09

JUMLAH TOTAL
6
6
6
6
8
9
6
8
6
6
32
35
32
99,95
99,91
99,95
311,77


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar